Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

About Me

1000 IMPIAN SANG PEMIMPI


          Dari sebuah keluarga sederhana didesa sekolilo, dikaki gunung kendeng, lahirlah seorang anak laki-laki yang berwajah rupawan. Dia begitu tampan dan menawan bagi tiap orang yang memang sering berkunjung kegubuk tua itu, yang tak lain hanya untuk mengagumi kuasa sang Pencipta. Anak lelaki itu, diberi nama Andi Haryadi.
Andi, panggilan akrabnya mengawali hidupnya dengan terlahir sebagai anak yatim, ia telah ditinggal ayahnya saat ia masih ada dalam kandungan. Tepat ketika sang bunda tengah bersusah payah menahan beban sakit, akibat dari umur kandungan yang semakin mendekati 9 bulan 10 hari.
Dengan segala keterbatasannya itu, Andi memang telah hidup berdua dengan ibundanya. Semenjak kecil ibunyalah yang dengan sangat telaten merawatnya. Satu-satunya orang yang paling dicintai Andi itu senantiasa memberikan segala hal yang dibutuhkan Andi meskipun dengan segala kekurangan.
Andi dan ibundanya tinggal berdua disebuah rumah yg sangat kumuh, yang merupakan peninggalan dari almarhum bapak Andi. Dirumah itu, ibunda Andi mencurahkan segala kasih sayangnya kepada anak semata wayangnya itu. Begitu juga dengan sang anak. Andi tak pernah putus hormat kepada ibundanya. Ia sadar, ibundanya adalah malaikat yang akan membantunya kelak untuk memasuki sorga Illahi.
Begitu sayangnya sang ibu kepada dirinya, sampai-sampai bunda rela melakukan pekerjaan apapun, walaupun itu hanya seorang buruh cuci atau kerja serabutan. Bahkan, tak jarang sang bunda harus pulang hingga larut, karena pekerjaannya itu.
Melihat kondisi ibundanya yang begitu berat, Andi remaja terlihat sangat gelisah. Muncul banyak pergulatan dibenak Andi, antara tak tega melihat ibundanya bersusah payah, dengan keinginan hati Andi untuk bekerja mencari penghasilan lebih untuk membantu ibundanya.
Tiba-tiba, muncul sebuah ide kreatif dari Andi remaja. Di usianya yang baru 12 tahun, Andi mulai mendapat penghasilan, tanpa diketahui oleh sang bunda. Di sela waktu sekolahnya, Ia begitu tekun menjual layangan hasil karyanya dari buku-buku bekas yang tak terpakai, dan bambu yang didapat dari mencari di hutan. Hal itu Andi lakukan, karena ia ingin semua impiannya tercapai.
 Andi adalah seorang remaja yang sangat luar biasa, ia menulis setiap impiannya dalam suatu kertas dan menempelnya di tiap sudut kamarnya. Tindakan Andi yang dianggap nyeleneh itu, akhirnya membuat banyak kawannya-kawannya tertawa melihat kelakuannya itu. Mereka menganggap, bahwa impian Andi itu terlalu tinggi dan muluk-muluk. Mereka menganggap, bahwa orang miskin seperti mereka dan Andi itu tak pantas bermimpi tinggi.
 Mendapat perlakuan seperti itu, Ia tak lantas berkecil hati. Ia malah menjadikan setiap tertawaan itu sebuah motivasi untuk meraih impian-impiannya. Ia yakin, bahwa dibalik kesabaran dan keyakinannya itu, ada seseorang yang berperan penting untuk membantu mewujudkannya, yaitu sang bunda.
Usia remaja Andi dilaluinya dengan sangat berat. Ia berangkat sekolah hanya dengan berjalan kaki, tak tampak barang mewah buatan pabrik yang dibawanya. Sepatu dan tas sekolah adalah barang yang teramat mahal baginya dan ibundanya. Hingga akhirnya ia harus rela bersekolah hanya dengan membawa tas kantong plastik tanpa mengenakan alas kaki.
Di sekolah, Andi sering diejek teman-temannya. Pada suatu hari, teman-teman mengejek ia dengan sebutan si pungguk raja mimpi. Itu mereka lakukan, karena jengah melihat Andi yang tak pernah menyerah untuk bermimpi. “sudah miskin, banyak bermimpi lagi...dasar tolol kau Andi” teriak santo dari pojok ruang kelas. Mendapat umpatan seperti itu, hanya senyuman tipis yang tampak dari balik wajah tampannya itu. “semua berawal dari mimpi kawanku, cobalah bermimpi!!!” jawab ia, seraya berlalu meninggalkan santo sendirian. Mendapatkan jawaban yang tak menyenangkan, membuat mereka diam. Entah kenapa mereka diam, namun dengan ini Andi pun semakin tergerak untuk mewujudkan mimpinya
            Kini Andi menginjak usia muda. Satu demi satu impiannya telah diberi jalan oleh sang Maha Esa hingga terkabul. Ia selalu juara kelas, bahkan membuatnya senantiasa mendapat beasiswa. Banyak hal telah ia dapatkan, namun masih ada yang mengganjal dihatinya. Ia masih bermimpi akan menjadi orang kaya, dan melepaskan ibundanya dari beban hidup yang sangat berat.
            Didalam pergolakan hati dan pikirannya itu, Andi bertemu dengan santo. Teman semasa SMPnya dulu itu, sekarang telah menjadi orang kaya. Terlihat sebuah mobil Ranger warna putih, menjadi tunggangannya, selain itu banyak barang-barang mewah yang menempel disekujur tubuhnya, seperci cincin akik berlapiskan emas, jam tangan merk rolex, HP android keluaran teranyar, serta masih banyak lagi yang lainnya.
Santo memang telah lama merantau kekota. Ia pergi dari rumah, seminggu sebelum Ujian Nasional SMP disekolahnya. Kabarnya ia kabur lantaran mencuri uang milik pak rahmat, orang terkaya didesa itu. Orang tuanya sendiri, sudah menyerah melihat kenakalan santo.
            Pertemuannya dengan santo itu, membuat Andi serasa mendapat angin segar untuk merubah hidup. Ia ingin, impiannya yang tinggal satu-satunya itu bisa tercapai. Ia ingin merubah hidup, ia ingin menjadi orang kaya raya seperti santo. Ia seperti tak percaya atas nasib yang dialaminya. Andi termasuk anak yang pintar semasa SMP dulu, bahkan jauh diatas kepintaran santo. Akan tetapi kini, santolah yang dianggap lebih sukses dan menjadi kaya raya.
            Melihat kondisi kawan lamanya itu, santo menawarkan sebuah cara agar Andi dapat menjadi kaya dan hidup enak. Tanpa banyak tanya, segera saja tawaran pekerjaan santo dikota itu diterima oleh Andi.
            Tak berapa lama, setelah meminta ijin kepada ibundanya itu. Andi dan santo berangkat kekota. Mereka berdua menjalankan bisnis yang sebelumnya Andi tak mengetahui apa yang akan dikerjakannya. Namun, semuanya berubah. Niat awal Andi yang menggebu-gebu bekerja dengan santo akhirnya sedikit luntur. Ternyata, apa yang selama ini dikerjakan santo hingga dia kaya itu adalah sebagai perampok sadis yang dikenal sebagai kelompok kapak merah.
            Batin Andi berkecamuk, kemarahan dan penyesalan datang silih berganti. Akan tetapi, nasi telah menjadi bubur. Andi terlanjur berpamitan kepada ibundanya, dan dia berjanji tidak akan pulang sebelum kaya. Hal itulah yang telah membuat Andi tetap melanjutkan bisnis haramnya itu bersama santo.
            Kejahatan demi kejahatan berulangkali dilakukan oleh geng kapak merah. Dengan anggota baru Andi yang secara fisik tampak sebagai orang baik-baik, telah memudahkan geng tersebut untuk melakukan banyak kejahatan. Hingga suatu kejadian terjadi. Kejadian perampokan di jalan raya pati-purwodadi yang terkenal sebagai jalur tengkorak.
            Malam itu, hujan gerimis turun rintik-rintik, menambah dingin suasana. Seperti biasa, geng kapak merah telah bersiap siaga melancarkan aksinya membegal pengendara motor yang lewat jalan itu, pada tengah malam. Andi yang telah banyak sukses menghasilkan perampokan besar selama ini, dipercaya untuk memimpin penjegalan malam ini. “bang Andi, kau hebat malam-malam kemarin. Marilah sekarang abang yang pimpin kami beraksi” pinta Begog, salah seorang anggota geng. “okelah bang, siapa takut. e ayo kita cabut”jawab Andi. Dengan segera, perampokan malam itu membuahkan hasil. Tak berapa lama persembunyian mereka, akhirnya lewat sebuah motor dengan kecepatan yang tak begitu cepat. Kemudian dengan sekali gertakan, Begog meloncat ketengah jalan, sengaja menghadang pengendara tersebut. Untung saja pengendara tersebut tak jatuh ketika hendak menghindar. “serahkan uang dan motormu, atau kamu pilih mati!”teriak begog. Keadaan diambil alih oleh Andi. Dia lantas menemui si pengendara motor tadi yang ternyata perempuan setengah baya sedang menangis ketakutan. Segala permohonan ampun tak digubris begog dan kawanan geng kapak merah yang lain, namun berbeda dengan Andi.
            Andi terlihat diam membisu menyaksikan ibu tadi. Batin Andi berontak, ia teringat kembali ibundanya tercinta didesa. Tampaknya wajah sang ibu tadi mengingatkan Andi kepada ibundanya sendiri. Pastilah ibundanya akan sedih melihat perilaku anak semata wayangnya ini  telah berubah. Andi menangis ditengah renungannya. “kasihan ibuku, apa aku tega mengecewakannya ?”. ia tak mampu lagi melangkah lebih dalam ke dalam keahatannya itu. Tiba-tiba Andi bersimpuh dihadapan ibu tadi. Ia mengangis menjerit-jerit meminta ampun. Melihat kawannya telah berubah, kawanan geng kapak merah pun kabur hingga meninggalkan Andi seorang diri setelah si ibu tadi juga kabur meminta pertolongan warga.
            Sejak kejadian itu, Andi telah sadar atas kekhilafannya. Ia kembali kepada ibundanya dan meneruskan perjuangan mewujudkan mimpi-mimpinya  dengan jalan yang baik. Dengan dukungan ibunya ia berhasil mewujudkan mimpi terakhirnya. Dengan ijasah dan kepintarannya, ia berhasil mendapatkan beasiswa S1. Dan dengan predikat sarjana, sekarang Andi telah mendapat pekerjaan dan bahkan dipercaya sebagai manager sebuah hotel berbintang di kota solo. Dan begitupun mimpi-mimpi seterusnya yang terwujud dengan luar biasa. Kini teman-temannya terkagum-kagum akan keberhasilannya, dan berbondong-bondong untuk menjadi teman dan inspirasinya. 
(Marta Aditya SM)

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "1000 IMPIAN SANG PEMIMPI"

Posting Komentar