Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

About Me

8 Kecamatan di Pati Tak Aman akibat Penjahat Berkeliaran jelang Lebaran

PATI – Lebaran kurang dua pekan lagi. Aktivitas warga untuk berkunjung ke rumah keluarga akan meningkat tajam. Untuk itu, Kepolisian Resort (Polres) Pati menetapkan sejumlah titik yang dinilai rawan kejahatan.
Untuk itu, warga diminta untuk selalu waspada. “Kami menetapkan sejumlah titik yang dinilai rawan kejahatan. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai rambu agar warga selalu waspada,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho HP melalui Kasat Reskrim AKP Agung Setyo kepada Koran Muria.
Adapun sejumlah titik yang dinilai rawan kejahatan menjelang Lebaran, antara lain Kecamatan Tambakromo, Puncakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, dan Kayen. Sementara itu, dua daerah di Pati bagian utara yang dinilai rawan kejahatan adalah Kecamatan Tayu dan Dukuhseti.
Salah satu jenis kejahatan yang sering terjadi menjelang Lebaran, antara lain pencurian kendaraan bermotor, pencurian di rumah kosong, hingga perampasan harta benda di jalanan yang cenderung sepi.
“Kami akan berkoordinasi dengan jajaran Polsek di masing-masing kecamatan, terutama daerah rawan kejahatan untuk meningkatkan keamanan. Kami berupaya untuk bekerja ekstra untuk menjaga keamanan menjelang hingga pascalebaran,” imbuhnya.
Kendati begitu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan langkah preventif dengan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang digawangi masyarakat. Dengan begitu, ada kolaborasi penjagaan keamanan lingkungan dari sisi kepolisian maupun warga.
“Tongtek yang membangunkan warga untuk sahur juga bisa dijadikan kegiatan untuk mengantisipasi kejahatan. Ini mesti dihidupkan sampai Ramadan selesai. Setelah itu, penjagaan ronda malam dan siskamling harus dihidupkan kembali,” imbaunya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Artikel keren lainnya:

SMP 1 dan 2 Sukolilo, Tampilkan Fashion Show Limbah Plastik Rumah Tangga


http://www.wartaphoto.net/wp-content/uploads/2015/05/car-free-day-pati-smp-sukolilo.jpg 
Kreativitas SMPN 1 Sukolilo dan SMPN 2 Sukolilo olah limbah menjadi fashion. (Foto Herman Adi/ Jurnalisme Warga)

Ada yang berbeda denga Car Free Day (CFD) Pati  3/05/2015 kali.  CFD kali ini diwarnai demo, namun demo bukan sembarang demo. Demo yang dilakukan oleh siswa-siswi SMPN 1 dan 2 Sukolilo ini mengajak kita untuk mencintai lingkungan, selain mengadakan pentas musik dan road fashion show di depan Makodim Pati, mereka juga membagikan 25 bibit sawo kepada masyarakat yang kebetulan sedang ber car free day.Untuk fashoin show semua modelling mengunakan pakaian yang dibuat dari limbah plastik rumah tangga.


Demo mengajak warga menanam pohon (Foto Herman Adi/ Jurnalisme Warga)

http://www.wartaphoto.net/wp-content/uploads/2015/05/smp-1-sukolilo.jpg
Membagikan tanaman sawo kepada warga yang lewat (Foto Herman Adi/ Jurnalisme Warga)

http://www.wartaphoto.net/wp-content/uploads/2015/05/smp-sukolilo.jpg 
Bernyanyi, menarik perhatian sambil suarakan misi cinta lingkungan (Foto Herman Adi/ Jurnalisme Warga)



Berita ini di kutip dari wartaphoto.net

Artikel keren lainnya:

Cerita Dari Balik Meja Pengawas



                Pagi ini aku berangkat dengan perasaan senang dan penuh semangat, tentu saja, karena mulai pagi ini hingga seminggu kedepan akan sedikit ringan pekerjaanku, yakni duduk dibelakang meja pengawas ujian, berhemat tenaga untuk teriak-teriak mengajar menghadapi anak didikku. Namun mungkin berbeda dengan sebagian anak didikku yang merasa ogah untuk masuk sekolah, mereka takut dengan beban pikirannya yang begitu besar. 

Artikel keren lainnya:

1000 IMPIAN SANG PEMIMPI


          Dari sebuah keluarga sederhana didesa sekolilo, dikaki gunung kendeng, lahirlah seorang anak laki-laki yang berwajah rupawan. Dia begitu tampan dan menawan bagi tiap orang yang memang sering berkunjung kegubuk tua itu, yang tak lain hanya untuk mengagumi kuasa sang Pencipta. Anak lelaki itu, diberi nama Andi Haryadi.

Artikel keren lainnya:

Solo, Tuan Rumah Pelatihan Penulisan Jurnalistik Provinsi Jawa Tengah 2013Judul pos


Kamis (13/6), Perwakilan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 35 Kabupaten se-Jawa Tengah mengikuti Pelatihan Penulisan Jurnalistik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Pelatihan ini dihelat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dan merupakan program pelatihan angkatan II. Jumlah peserta pada pelatihan tahap II ini berjumlah 228 siswa, dan 57 guru pendamping.

Artikel keren lainnya: